Sebelumnya saya sudah membahas tentang Persiapan Kolam dan Pemijahan Ikan Gurameh .
Kali ini saya akan membahas tentang pengambilan dan perawatan telur gurameh, saya akan memberikan contoh gambar (gambar dari google) agar teman-teman semua mudah untuk dipahami.
Lihat, apakah ijuk atau serabut kelapa (bahan pembuat sarang) yang sudah disiapkan bekurang atau
malah sudah tidak ada, bila berkurang atau habis maka gurameg jantan sudah membuat sarang untuk bertelur.
Amati dimana induk gurameh jantan membuat sarangnya, silahkan di cek apakah sarang sudah berisi telur atau belum, caranya:
- Amati disekitar sarang, biasanya induk gurameh jantan berjaga di sekitar sarang yang sudah ada telurnya.
- Masuk kedalam kolam dengan hati-hati agar indukan gurameh tidak kaget, lalu raba dengan tangan apakah sarang masih terbuka ke arah dalam atau sudah tertutup.
- Bila masih terbuka biarkan sekitar 2-3 agar nantinya gurameh bertelur dulu.
- Bila sudah tertutup kemungkinan sarang sudah berisi telur, untuk memastikannya ambilah lidi lalu tusuk sarang dengan pelan dari depan, lalu cabut lidi. Kalau dari sarang keluar minyak atau lidi jadi berminyak, bisa dipastikan sarang positif berisi telur dan siap di ambil.
Pengambilan telur gurameh dari kolam indukan
Siapkan 2(dua) ember, untuk mengambil sarang berisi telur dari kolam indukan dan tempat nantinya telur yang sudah di pisahkan dari sarang. Caranya:
Langkah 1
Masuk ke dalam kolam dengan hati-hati, lalu cabut sarang berisi telur dengan hati-hati dan masukan de dalam ember. Memasukan sarang ke dalam ember usahakan di dalam air, jadi ember di tergelamkan dulu di dalam air.
Langkah 2
Pindahkan sarang ke dalam ember yang lebih besar dengan cara menuang langsung ke ember besar dengan pelan-pelan (isi dulu ember besar dengan air dari kolam indukan sebanyak "1/2" setengah ember) agar nantinya memudahkan kita untuk memisahkan telur-telur gurameh dari sarang.
Langkah 3
Bila sarang sudah di pindah ke dalam ember besar, kurangi sarang bagian belakang dengan cara mencabutinya secara hati sampai di lapisan telur-telur gurameh berada. Lalu buka bagian depan sarang agar semua telur-telut gurameh naik ke atas permukaan air.
Isi ember dengan air dari kolam indukan yang akan digunakan untuk tempat pemisahan telur dari sarang. Air sebanyak "1/4" seperempat ember, lalu pindahkan telur dengan mangkok kecil atau media apa saja yang seperti contoh gambar dengan cara mengambil telur beserta air nya agar tidak melukai telur-telur gurameh saat di pindah ke ember pemisahan.
Setelah telur sudah dipisahkan semua dari sarangnya, pindahkan lagi telur ke ember tempat pemantauan telur dengan cara menuang langsung dengan hati-hati ke ember yang lebih besar.
Ini bertujan agar telur nantinya tidak terlalu berhimpitan saat telur-telur sudah aktif berenang-renang, dan kita juga lebih mudah untuk memantau setiap waktu.
Pada masa ini telur yang masih ada warna kuning di tubuhnya, kita tidak usah memberinya makan karena warna kuning itu adalah protein yang akan diserap tubuh untuk di jadikan makanan selama masih menjadi telur. Jangan lupa juga untuk menaruh ember berisi telur di dalam rungan, agar suhu air di dalam ember tetap stabil, karena telur-telur saat kondisi seperti ini sangat rentan terhadap perubahan suhu terutama saat malam hari.
Pantau setiap saat telur gurameh, ambilah telur-telur gurameh yang mati. Telur gurameh yang mati adalah yang bewarna kuning cerah atau yang sudah di tumbuhi jamur.
Cara membuat alat yang digunakan untuk mengambil telur gurameh yang mati:
bahan dari kawat tembaga agar tidak mudah berkarat, dengan di lilit berbentuk lingkaran kecil untuk menahan telur gurameh yang mati agar tidak jatuh saat nantinya akan kita pisahkan / buang.
Mengurangi minyak yang ada di permukaan air:
Siapkan kertas koran bekas tapi bersih, lalu taruhlah kolam di permukaan air yang ada di ember. Biarkan sekitar 10 detik agar kertas koran menyerap minyak dan air, lalu angkat koran secara perlahan agar telur-telur tidak ikut menempel di kertas koran ( saat mengangkat kertas koran, sama seperti saat kita mengupas stiker gambar).
Sekitar 10-15 hari, warna kuning (protein) di telur ikan akan hilang dan menjadi seperti pada (contoh gambar).
Pada masa ini telur sudah membutuhkan makanan berupa cacing sutra dan siap untuk di pindah di kolam pendadaran.
Sekian dari saya, semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi teman-teman semua dalam memulai atau sudah berjalan dalam budidaya ikan gurameh. Untuk tahap pendadaran telur gurameh, silahkan buka Kolam Pendadaran Telur Gurameh Terima kasih




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jangan lupa kritik dan sarannya buat artikel ini ya.
Komentar yang mengarah ke tindakan spam akan di hapus atau terjaring secara otomatis oleh spam filter.