Laman

Kamis, 16 Februari 2017

Pembesaran Sampai Dengan Pemanenan Ikan Gurameh

Kali ini saya akan membahas Pembesaran Bibit Ikan Gurameh untuk melanjutkan dari pembahasan sebelumnya yaitu Kolam Pendadaran Telur Gurameh.  Sebelum itu saya akan memberikan langkah-langkah sebelum melakukan penebaran bibit gurameh,  saya akan memberikan contoh gambar (gambar dari google) agar lebih mudah untuk di pahami teman-teman semua.

Persiapan Kolam Ikan Gurameh

Kolam terbuat dari beton tapi dengan dasar kolam masih tanah, beton bertujuan menjaga debit air agar tidak cepat meresap kedalam tanah, kolam juga harus ada air masuk dan air keluar agar suplai air dan kandungan oksigen di dalam kolam tetap terjaga.

Ukuran kolam minimal 5x10m untuk kapasitas semua bibit dalam 1(satu) sarang, agar nantinya saat ikan berukuran konsumsi tidak terlalu padat dan meminimalkan kematian ikan.

Persiapan kolam sebelum bibit di tebar:
Kuras kolam yang akan digunakan untuk pemijahan indukan gurameh, angkat lumpur-lumpur yang ada di dasar kolam serta rumput-rumput di sekitar kolam.

Sebelum di isi air, keringkan kolam selama 3 - 6 hari (tergantung cuaca, bila musim penghujan ulangi tahap pengeringan lebih lama lagi) pengeringan ini bertujuan membunuh bibit penyakit yang ada di dalam kolam serta gas-gas kimia yang terkandung dalam tanah dapat menguap.

Lakukan pengeringan sampai dasar kolam terlihat seperti retak-retak. lakukan pengapuran dengan dosis 100gr/m2, pengapuran ini bertujuan menaikan pH tanah serta membunuh bibit penyakit dan hama yang ada di dalam kolam.

Setelah semua tahap diatas dilakukan, isi kolam dengan air sedalam 1,5m dan biarkan selama 2-3 hari air dalam kolam menjadi agak jernih, lalu tebarlah semua bibit gurameh di dalam kolam dengan menuangkan secara perlahan.

Makanan dan Vitamin Ikan Gurameh

Sebelum di memberikan makan, biarkan bibit gurameh puasa 2-3 hari setelah bibit ditebar, bertujuan agar bibit adaptasi dengan tempat barunya.

Setelah tahap adaptasi terlewati, berikan pelet apung dengan ukuran paling kecil / lembut seperti serbuk. Gantilah ukuran pelet secara bertahap sesuai dengan kapasitas mulut bibit gurameh.



Setelah kurang lebih 2(dua) bulan saat bibit ditebar, gurameh akan berukuran panjang 7-8 cm seperti contoh gambar, pastilah pelet akan diganti menjadi lebih besar lagi sesuai dengan kapasitas mulut bibit gurameh.

untuk ukuran ini, makanan gurameh akan kita diberi campuran vitamin agar memacu dengan cepat pertumbuhan dan menjaga kesehatan ikan gurameh.



Untuk porsi vitamin gurameh:
Belilah probiotik "Raja Gurameh , SPF (Super Plankton Fertilizer) dan TON (Tambak Organik Nusantara) .

Cara pakai:
Sebelum pelet diberikan ke bibit gurameh, campurkan 1(satu) liter air + 2(dua) tutup Raja Gurameh + 1(satu) tutup SPF + 1(satu) sendok makan gula pasir, campur semua bahan tersebut dan masukan pelet ikan dengan porsi sebanyak 4(empat) kg. Biarkan beberapa menit sampai semuanya meresap ke dalam pelet, baru siap untuk diberikan kepada bibit gurameh, dosis ini untuk setiap kita memberi makan. Untuk resep ini, 80% dari pelet yang kita berikan ke bibit gurameh akan menjadi daging dan bibit gurameh akan cepat tumbuh besar.

Untuk penggunaan TON, campurkan 3(tiga) sendok TON +10 liter air , siramkan ke dalam kolam 1(satu) minggu sekali. Bila musim penghujan, lakukan dengan dosis yang sama setelah setelah hujan, bertujuan untuk menetralisir air hujan yang ada di dalam kolam.

Pemanenan Ikan Gurameh

Setelah sekiranya 11-12 bulan saat bibit gurameh di tebar ke kolam pembesaran, gurameh sudah layak untuk di konsumsi dengan ukuran mencapai 1(satu) kg berisi 2-3 ekor.

Untuk pemanenan, kuras kolam sampai air sedikit lalu jaring semua ikan. Lalu lakukan pengeringan kolam seperti cara diatas untuk mempersiapkan penebaran bibit gurameh selanjutnya.



Kiranya cukup sekian dari saya, semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu bagi teman-teman semua dalam budidaya ikan gurameh.
Sebetulnya ada pakan alternatif buat bibit gurameh berumur 1(satu bula) / sebersar jari kuku sampai dengan umur 5 bulan tanpa memberikan pelet apung, tetapi dengan makanan alami gurameh yaitu kutu air. Terima kasih









Kolam Pendadaran Telur Gurameh

Kali ini saya akan membahas tentang Kolam Pendadaran Telur Gurameh untuk kelanjutan tahap dari artikel sebelumnya tentang  Pengambilan dan Perawatan Telur gurameh .   Untuk mempersiapkannya ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan teman-temen sebelunya, saya akan memberikan juga contoh gambar (gambar dari google) untuk lebih mudah untuk diphami. Lanngsung saja dari:

Kolam Pendadaran


Kolam pendadaran bisa terbuat dari terpal atau dari beton permanen dengan ukuran 2x3m untuk kapasitas semua telur yang berada d dalam 1(satu)sarang. Isi air dengan air sumur dan biarkan selama 1(satu) hari.

kolam harus di beri airator agar air tetap bersih dan kandungan oksigen didalm kolam tetap terjaga. 

Sebelum di tebar, masukan ember berisi telur di dalam kolam dengan cara di apungkan selama 1(satu) jam, ini bertujuan agar suhu air dalam ember sama dengan suhu kolam pendadaran.

Tebar telur yang berada di dalam ember dengan cara menuang telur besarta air dalam ember secara perlahan. Usahakan kolam terkena sinar matahari, karena sinar matahari akan cepat merangsang calon bibit gurameh untuk tumbuh dengan cepat.

Makanan


Berilah makan telur gurameh dengan cacing sutra dengan yang di taruh didalam piring yang terbuat dari tanah atau bisa plastik sebanyak 1 gelas air minum. Letakan di 5 bagian, yaitu di setiap pojok kolam dan di tengah-tengah kolam.

Cek setiap Seminggu 2(dua) kali di setiap piring, bila cacing habis segeralah tambahkan cacing lagi agar asupan makanan bagi telur gurameh tetap terjaga.




Pemindahan telur gurameh


Setelah kurang lebih 1(bulan) saat telur di masukan di kolam pendadaran, telur-telur tadi sudah menjadi bibit gurameh berukuran kuku jari tangan

Jaringlah bibit-bibit gurameh dengan cara menguras kolam samapi air tinggal sedikit agar lebih mudah untuk dijaring, lalu pindahkan kedalam ember untuk segera di masukan kedalam kolam pembesaran.



Sekian dari saya, semoga tulisan ini dapat membantu dan bermanfaat untik teman-teman semua dalam budidaya ikan gurameh. Untuk tahap pembesarn ikan gurameh silahkan buka artikel selanjutnya yaitu Pembesaran Sampai Dengan Pemanenan Ikan Gurameh  Untuk tahap penebaran dan pembesaran bibit gurameh, silahkan buka 









Selasa, 14 Februari 2017

Pengambilan dan Perawatan Telur gurameh

Sebelumnya saya sudah membahas tentang Persiapan Kolam dan Pemijahan Ikan Gurameh .
Kali ini saya akan membahas tentang pengambilan dan perawatan telur gurameh, saya akan memberikan contoh gambar (gambar dari google) agar teman-teman semua mudah untuk dipahami.

Apakah induk gurameh jantan sudah membuat sarang atau belum

Lihat, apakah ijuk atau serabut kelapa (bahan pembuat sarang) yang sudah disiapkan bekurang atau 
malah sudah tidak ada, bila berkurang atau habis maka gurameg jantan sudah membuat sarang untuk bertelur.


Amati dimana induk gurameh jantan membuat sarangnya, silahkan di cek apakah sarang sudah berisi telur atau belum, caranya:

  1. Amati disekitar sarang, biasanya induk gurameh jantan berjaga di sekitar sarang yang sudah ada telurnya. 
  2. Masuk kedalam kolam dengan hati-hati agar indukan gurameh tidak kaget, lalu raba dengan tangan apakah sarang masih terbuka ke arah dalam atau sudah tertutup.
  3. Bila masih terbuka biarkan sekitar 2-3 agar nantinya gurameh bertelur dulu.
  4. Bila sudah tertutup kemungkinan sarang sudah berisi telur, untuk memastikannya ambilah lidi lalu tusuk sarang dengan pelan dari depan, lalu cabut lidi. Kalau dari sarang keluar minyak atau lidi jadi berminyak, bisa dipastikan sarang positif berisi telur dan siap di ambil.

Pengambilan telur gurameh dari kolam indukan


Siapkan 2(dua) ember, untuk mengambil sarang berisi telur dari kolam indukan dan tempat nantinya telur yang sudah di pisahkan dari sarang. Caranya:
Langkah 1
Masuk ke dalam kolam dengan hati-hati, lalu cabut sarang berisi telur dengan hati-hati dan masukan de dalam ember. Memasukan sarang ke dalam ember usahakan di dalam air, jadi ember di tergelamkan dulu di dalam air.
Langkah 2
Pindahkan sarang ke dalam ember yang lebih besar dengan cara menuang langsung ke ember besar dengan pelan-pelan (isi dulu ember besar dengan air dari kolam indukan sebanyak "1/2" setengah ember) agar nantinya memudahkan kita untuk  memisahkan telur-telur gurameh dari sarang.

Langkah 3
Bila sarang sudah di pindah ke dalam ember besar, kurangi sarang bagian belakang dengan cara mencabutinya secara hati sampai di lapisan telur-telur gurameh berada. Lalu buka bagian depan sarang agar semua telur-telut gurameh naik ke atas permukaan air.

Langkah 4
Isi ember dengan air dari kolam indukan yang akan digunakan untuk tempat pemisahan telur dari sarang. Air sebanyak "1/4" seperempat ember, lalu pindahkan telur dengan mangkok kecil atau media apa saja yang seperti contoh gambar dengan cara mengambil telur beserta air nya agar tidak melukai telur-telur gurameh saat di pindah ke ember pemisahan.

Langkah 5
Setelah telur sudah dipisahkan semua dari sarangnya, pindahkan lagi telur ke ember tempat pemantauan telur dengan cara menuang langsung dengan hati-hati ke ember yang lebih besar.

Ini bertujan agar telur nantinya tidak terlalu berhimpitan saat telur-telur sudah aktif berenang-renang, dan kita juga lebih mudah untuk memantau setiap waktu.

Pada masa ini telur yang masih ada warna kuning di tubuhnya, kita tidak usah memberinya makan karena warna kuning itu adalah protein yang akan diserap tubuh untuk di jadikan makanan selama masih menjadi telur. Jangan lupa juga untuk menaruh ember berisi telur di dalam rungan, agar suhu air di dalam ember tetap stabil, karena telur-telur saat kondisi seperti ini sangat rentan terhadap perubahan suhu terutama saat malam hari.

Langkah 6
Pantau setiap saat telur gurameh, ambilah telur-telur gurameh yang mati. Telur gurameh yang mati adalah yang bewarna kuning cerah atau yang sudah di tumbuhi jamur.

Cara membuat alat yang digunakan untuk mengambil telur gurameh yang mati:

bahan dari kawat tembaga agar tidak mudah berkarat, dengan di lilit berbentuk lingkaran kecil untuk menahan telur gurameh yang mati agar tidak jatuh saat nantinya akan kita pisahkan / buang.

Mengurangi minyak yang ada di permukaan air:
Siapkan kertas koran bekas tapi bersih, lalu taruhlah kolam di permukaan air yang ada di ember. Biarkan sekitar 10 detik agar kertas koran menyerap minyak dan air, lalu angkat koran secara perlahan agar telur-telur tidak ikut menempel di kertas koran ( saat mengangkat kertas koran, sama seperti saat kita mengupas stiker gambar).

Langkah 7
Sekitar 10-15 hari, warna kuning (protein) di telur ikan akan hilang dan menjadi seperti pada (contoh gambar). 

Pada masa ini telur sudah membutuhkan makanan berupa cacing sutra dan siap untuk di pindah di kolam pendadaran.

Sekian dari saya, semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi teman-teman semua dalam memulai atau sudah berjalan dalam budidaya ikan gurameh. Untuk  tahap pendadaran telur gurameh, silahkan buka Kolam Pendadaran Telur Gurameh  Terima kasih








Senin, 13 Februari 2017

Persiapan Kolam untuk Pemijahan Ikan Gurameh

Sebelumnya saya sudah membahas tentang  Membedakan Kelamin Induk Gurameh 
Kali ini saya akan membagikan tentang langkah-langkah persiapan kolam untuk pemijahan ikan gurameh, disini saya akan membahas secara rinci tahap-tahap dari awal sampai tahapan akhir serta memberikan contoh gambar (gambar dari google) untuk memperjelas teman-teman semua. 

Persiapan kolam pemijahan

  1. Usahakan luas kolam Indukan jangan terlalu besar (ukuran ideal 4x6/m2), bertujuan untuk memudahkan kita untuk mengontrol sarang yang di buat indukan gurameh jantan.
  2. Kuras kolam yang akan digunakan untuk pemijahan indukan gurameh, angkat lumpur-lumpur yang ada di dasar kolam serta rumput-rumput di sekitar kolam.
  3. Sebelum di isi air, keringkan kolam selama 3 - 6 hari (tergantung cuaca, bila musim penghujan ulangi tahap pengeringan lebih lama lagi) pengeringan ini bertujuan membunuh bibit penyakit yang ada di dalam kolam serta gas-gas kimia yang terkandung dalam tanah dapat menguap.
  4. Lakukan pengeringan sampai dasar kolam terlihat seperti retak-retak.
  5. lakukan pengapuran dengan dosis 100gr/m2, pengapuran ini bertujuan menaikan pH tanah serta membunuh bibit penyakit dan hama yang ada di dalam kolam.
  6. Setelah semua tahap diatas dilakukan, isi kolam dengan air sedalam 90cm dan biarkan selama 2-3 hari air dalam kolam menjadi agak jernih. Karena bila air keruh akan membuat telur gurameh tertutup lumpur, dan telur menjadi cepat busuk sebelum di panen.
  7. Air baru ini akan membuat indukan gurameh cepat merangsang untuk segera memijah.
Pemberian ijuk aren / serabut kelapa sebagai bahan sarang:

Bahan pembuat sarang gurameh yang bagus adalah ijuk aren (di ambil yang lembut-lembut) dan serabut kelapa yang di buat mengambang, usahakan di posisi tengah kolam. 

Induk gurameh jantan yang nantinya akan membuat sarang dan selalu menjaga sarang yang sudah di isi telur oleh induk gurameh betina.
Kerena kedua bahan ini tidak mudah busuk saat terkena air, maka bersihkan rumput-rumput liar yang masuk ke dalam air. 

Bila gurameh membuat sarang dengan rumput di sekitar kolam, akan berakibat fatal bila kita terlambat mengambil telur untuk segera dipindahkan, telur cepat busuk karena tekstur rumput mudah busuk kalau di dalam air.


Pemberian media tempat pembuatan sarang gurameh:

Ini bertujuan sebagai media induk gurameh jantan akan membuat sarang. 

Media ini bisa dengan tempat sampah seperti pada gambar, atau bisa dengan sosog (media tempat pembuatan sarang induk gurameh jantan dari anyaman bambu)

Menurut saya pribadi, lebih enak pakai tempat sampah plastik karena lebih praktis dan tidak mudah rusak bila terkena air.

Pasanglah media ini di pojok-pojok kolam dengan kedalaman 20 - 30 cm di bawah permukaan air sesuai dengan jumlah induk gurameh betina, tapi alangkah lebih baik bila di pasang lebih banyak, agar induk bisa memilih di mana sarang yang paling nyaman.

Pelepasan induk gurameh ke dalam kolam:

Pelepasan indukan ke kolam ini harus dengan hati-hati agar gurameh nantinya tidak meronta. 

Caranya :
Pengan punggung atas gurameh dengan posisi terbalik dengan tangan kanan, dan tangan kiri memegang kepala gurameh sambil menutupi matanya (seperti contoh gambar), lalu masukan gurameh ke dalam kolam dengan hati-hati sambil kita masuk kedalam kolam juga.

Perbandingan luas kolam dan jumlah indukan ikan gurameh:

Untuk penebaran indukan gurameh, 1x1/m2 dapat di isi dengan 1 - 2 indukan gurameh dengan perbandingan 1(jantan):3(betina). 

Pemberian pakan indukan gurameh:

Berikan indukan gurame daun-daunan sebagai pakan, seperti daun singkong, kangkung, talas dan batang talas yang sudah di potong kecil-kecil, karena daun-duanan adalah makanan pokok untuk indukan gurameh agar kualitas telur yang di hasilkan bisa baik dan maksimal. Daun-daunan ini juga bisa membuat indukan gurameh cepat merangsang untuk segera memijah, tapi juga jangan lupa untuk memberikan pelet seminggu 2x, karena pelet juga masih dibutuhkan untuk makanan indukan gurameh.
Untuk bagaimana cara mengambil dan merawat telur gurameh dari kolam induk, silahka nbuka  Pengambilan dan Perawatan Telur gurameh

Demikian tulisan ini saya buat, semoga dapat bermanfaat dan menambah ilmu bagi teman-teman semua dalam budidaya ikan gurameh. Terima kasih






Membedakan Kelamin Induk Gurameh

Langsung saja saya akan membahas tentang bagaimana membedakan kelamin ikan gurameh. Saya akan memberikan contoh gambar (gambar dari google) sebagai referensi teman-teman semua agar lebih mudah memahaminya.

Induk Gurameh Jantan

Ciri-cirinya:
  1. Dahi gurameh menonjol (nonong)
  2. Dagu gurameh kelihatan menonjol
  3. Badan dan perut  meruncing & memanjang
  4. Sisik gurameh tersusun normal dan rapat
  5. Berenangnya gurameh lincah



Induk Gurameh Betina

Ciri-cirinya:

  1. Dahi gurameh agak rata (tidak begitu nonong)
  2. Dagu gurameh datar dan tidak menonjol
  3. Badan dan perut gurameh bundar
  4. Sisik gurameh terlihat agak membuka
  5. Gerakan ikan di air / berenang agak lambat





Jika teman-teman semua akan memulai mengawinkan ikan gurameh / mencari induk gurameh, sebetulnya indukan gurameh jantan maupun betina yang berumur 1 - 1,5 tahun pun sudah bisa membuahi dan bertelur, tapi agar telur yang dihasilkan bisa maksimal usahakan untuk indukan gurameh betina umur minimal 1,5 - 2 tahun dengan berat minimal 2kg/ekor dan untuk indukan gurameh jantan minimal berumur 2 - 3 tahun dengan berat minimal 2 - 3 kg/ekor.

Demikian pembahasan tentang membedakan kelamin indukan gurameh, Baca juga tentang Persiapan Kolam dan Pemijahan Ikan Gurameh . Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu bagi teman-teman yang baru mau memulai dalam budidaya ikan gurameh. Terima kasih